PENGGUNAAN AWALAN KATA DEPAN KE

Seperti halnya “di”, “ke” pun kerap memusingkan para penutur bahasa Indonesia. Ia dapat berfungsi sebagai kata depan (preposisi) atau sebagai awalan (prefiks). Pembahasan kali ini akan kita fokuskan kepada fungsi “ke-” sebagai awalan.

PENGGUNAAN AWALAN KATA DEPAN KE

Sebagai preposisi, “ke” ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya dan digunakan untuk menandai arah atau tujuan untuk tempat, misalnya “ke sana”. Sebagai awalan, “ke-” ditulis serangkai serta dapat membentuk kata benda (nomina), kata kerja (verba), dan kata bilangan (numeralia).

  • Nomina yang terbentuk dengan pengimbuhan “ke-” hanya ada tiga, yaitu “ketua”, “kekasih”, dan “kehendak”. Pada kata “ketua”, arti yang diberikan oleh awalan “ke-” adalah “yang mempunyai sifat atau ciri”. Sementara itu, pada kata “kekasih” dan “kehendak”, arti yang diberikan oleh awalan “ke-” adalah “yang dituju dengan”.
  • Verba yang terbentuk dengan pengimbuhan “ke-” merupakan ragam percakapan dari versi yang berawalan “ter-“, misalnya “tertabrak” (formal) > “ketabrak” (nonformal). Arti yang diberikan oleh awalan “ke-” pembentuk verba adalah (1) tidak sengaja atau spontan, misalnya “ketabrak”, dan (2) sanggup, misalnya “keangkat”.
  • Numeralia yang terbentuk dengan pengimbuhan “ke-” terhadap suatu bilangan (misalnya “dua”) adalah numeralia kolektif dan numeralia tingkat. Suatu numeralia berawalan “ke-” merupakan numeralia kolektif saat diletakkan di depan nomina yang dijelaskan, misalnya “kedua pemain”.

Baca Juga

Kata yang sama akan menjadi numeralia tingkat saat diletakkan di belakang nomina yang dijelaskan, misalnya “pemain kedua”. Bilangan satu tidak dapat membentuk numeralia kolektif (“kesatu pemain”), tetapi dapat membentuk numeralia tingkat “kesatu” yang bersinonim dengan “pertama”, misalnya “pemenang kesatu” dan “pemenang pertama”.

  • Kata ganti (pronomina) penanya “berapa” yang dipakai untuk menanyakan bilangan atau jumlah dapat pula diberi awalan “ke-” menjadi “keberapa”. Kata ini merupakan numeralia tingkat (bukan kolektif) yang selalu diletakkan di belakang nomina yang diwatasinya. Perhatikan dua contoh ini:

(1) Dia mendapat giliran kedua.
(2) Dia mendapat giliran keberapa?

Bentuk “ke berapa” merupakan bentuk yang salah karena “berapa” bukanlah kata yang menunjukkan tempat.

Sumber

Baca Juga

You May Also Like

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Wallpaper Dinding Surabaya

Makasih kak