Apa Itu Bloatware?

Apa Itu Bloatware?

Istilah ini sering digunakan oleh para pengguna Android

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata “bloat” berarti “kembung”. Kata “ware” berarti “barang” atau “peralatan”. Jadi, apakah bloatware berarti “sesuatu yang membuat Anda kembung”? Yah, saya tidak berpikir begitu

Bloatware adalah kumpulan perangkat lunak (software) atau aplikasi bawaan yang kami anggap kurang bermanfaat dan jarang digunakan. Aplikasi default yang disebutkan di sini adalah yang sudah ada di smartphone atau tablet sejak kita membukanya untuk pertama kali. Seringkali, jika aplikasi bukan bagian dari “Google Apps”, orang melihat aplikasi default sebagai bloatware. Itulah Google Apps sendiri, kumpulan aplikasi besutan Google yang wajib ada di setiap perangkat Android.

Apa Itu Bloatware?

Seringkali, vendor yang membuat smartphone, tablet, atau perangkat lain dengan sengaja memasang bloatware ini untuk tujuan tertentu. Misalnya meningkatkan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) agar bisa resmi dijual di Indonesia,

Atau bisa juga disandingkan dengan syarat karena pemasok produsen smartphone memiliki kontrak dengan pihak ketiga. Selain itu, bloatware semacam itu biasanya merupakan aplikasi yang diinstal secara khusus yang pada awalnya dimaksudkan sebagai “fitur tambahan” pada ponsel cerdas. Namun pada kenyataannya, hanya segelintir perangkat lunak bloatware yang benar-benar dapat bermanfaat bagi kita sebagai pengguna.

Contoh Bloatware

Hampir semua merk smartphone termasuk Samsung, ASUS, ROG, Oppo, Vivo, hingga Xiaomi, pastilah punya bloatware yang sudah menjadi bagian dari UI yang mereka gunakan.

Contoh aplikasi yang masuk ke dalam kategori bloatware, misalnya adalah macam aplikasi “berita”, lalu aplikasi “store” (selain Google PlayStore), atau ada juga vendor yang memasangkan aplikasi browser hingga aplikasi game. Intinya, jika smartphone atau tablet kita punya beberapa aplikasi selain daripada aplikasi Google Apps sejak pertama kali dinyalakan, maka aplikasi tersebut akan dianggap sebagai bloatware.

Contoh Bloatware

Kenapa Orang Membenci Bloatware?

Umumnya, bloatware merupakan aplikasi yang tidak berbahaya. Namun ada beberapa alasan mengapa sebagian orang sangat membenci yang namanya bloatware. Yang pertama adalah karena bloatware dipandang sebagai aplikasi mubazir.

Kita semua tau kan, bahwa setiap aplikasi yang terpasang pada smartphone atau berbagai perangkat lainnya itu pastilah akan memakan tempat di storage alias ruang penyimpanan. Kalau semua bloatware itu dihapus kan lumayan?! Penyimpanannya bisa dipakai untuk hal lain, yang lebih berguna buat kita. Karena alasan itulah sebagian orang ingin menyingkirkan bloatware karena “cuma menuh-menuhin” ruang penyimpanan.

JIKA MEMILIKI MEMORY ATAU MEDIA PENYIMPANAN YANG RUSAK KLIK TULISAN INI

 

“cuma menuh-menuhin” ruang penyimpanan.

Hingga kini sebagian orang juga masih ada yang membenci bloatware. Bukan karena alasan takut penyimpanan cepat penuh, tapi karena alasan yang lain. Yaitu, karena bloatware dianggap sebagai aplikasi pengganggu.

Cara Menghapus Bloadware

Cara yang pertama untuk menghapus bloatware adalah dengan melakukan disable pada aplikasi tersebut

Metode disable aplikasi ini tidak benar-benar menghapus bloatware dari ponsel, sehingga jika suatu saat pengguna ingin mengaktifkannya kembali, pengguna bisa melakukannya.

Berikut cara melakukan disable aplikasi:

1. Masuk ke Playstore
2. Klik pada akun Anda
3. Klik Help & Feedback
4. Pilih Delete or disable apps on Android
5. Pilih Tap to on Application Settings
6. Pilih aplikasi yang ingin dinonaktifkan pada daftar
7. Pilih Disable

Cara lain yaitu dengan memakai aplikasi pihak ketiga atau root ponsel atau tablet kalian, selamat mencoba mudah-mudahan berhasil.

You May Also Like

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments